Showing posts with label Hadits. Show all posts
Showing posts with label Hadits. Show all posts

Sunday, March 17, 2013


BALASAN PERBUATAN ZINA
oleh:Ayat-Ayat Cinta

Rasulullah SAW memberitahu bahwa berzina akan dibalas oleh Allah ketika penzina masih hidup di
dunia.

Rasulullah SAW bersabda:
"Dua (2) kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia : zina dan derhaka kepada ibu bapak.
(HR Thobaroni)
Antara hukuman atau balasan yang akan diterima oleh para penzina ketika masih berada di dunia
dan akhirat adalah :

1. Sabda Rasulullah SAW:

Wahai kaum Muslimin! Jauhilah perbuatan zina krn padanya ada 6 macam bahaya,

- Tiga di dunia

- Dan tiga di akhirat.

Adapun bahaya yang akan menimpanya di dunia ialah:

1. Lenyapnya cahaya dari mukanya

2. Memendek- kan umur

3. Mengekalkan kemiskinan.

Adapun bahaya yang bakal menimpa di akhirat kelak ialah:

1. Kemurkaan Allah Ta’ala

2. Hisab (perhitungan) yang buruk

3. Siksaan di neraka.
(HR Baihaqi)

2. Sabda Rasulullah SAW:

...Berhati-hatilah kamu tentang zina. Sesungguhnya pada zina itu ada enam (6) hukuman.

- Tiga semasa di dunia

- Dan tiga lagi di akhirat.

Adapun di dunia ialah:

1. rezekinya akan berkurang.

2. hilang keberkahan hidup, dan

3. ruhnya akan keluar dari badan dalam keadaan terlindung dari Allah Ta’ala.
Allah tidak akan melihat kepada ruhnya.

Adapun nasib yang akan menimpanya di akhirat ialah:

1. Allah akan melihat kepadanya dengan pandangan kemurkaan, yang menyebabkan mukanya akan
menjadi hitam.

2. Dia akan ditarik mukanya dengan rantai ke neraka (api) yang paling besar.

3. Kiranya amalannya akan dilakukan dengan teliti dan ketat.
Selain dari balasan dunia dan juga siksaan di akhirat, ada juga hukuman azab ketika berada di
dalam kubur bagi mereka yang berzina ketika di dunia.

3. Rasulullah SAW bersabda:
...Barang siapa yang memenuhkan (menggunakan) matanya kepada yang haram, Allah akan
memenuhkan matanya dengan bara api neraka Jahanam. Barang siapa yang berzina dengan wanita
yang haram baginya,
Allah akan meletakkannya di dalam kubur dengan penuh kehausan, menangis, dan sedih.
Wajahnya akan dihitamkan seperti gelap gelita.
Di tengkuknya akan digantung dengan ikatan rantai dari neraka.
Dia akan dipakaikan dengan baju dari api neraka pada tubuhnya.

Allah tidak akan berbicara dengannya pada hari kiamat.

Dia juga tidak akan disucikan (dimuliakan) dan bagi mereka azab yang amat pedih.
Balasan-balasan serta hukuman lain ketika berada di akhirat kelak ialah:

4. Sabda Rasulullah SAW:

Tiga golongan manusia Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak akan
memandang kepada mereka, dan tidak akan mensucikan mereka, sedang mereka akan ditimpa
siksaan yang pedih, yaitu:

1. Orang tua yang berzina

2. Seorang raja yang pendusta

3. Orang miskin yang sombong.

(HR Muslim dan Nasa’I)

Hadis ini menerangkan bahwa balasan yang akan diterima oleh orang tua yang berzina pada hari
kiamat kelak ialah Allah tidak akan berbicara dan memandang kepada mereka, sedang mereka tidak
akan disucikan (diampunkan dosa) dan akan ditimpakan azab siksa yang pedih.

5. Sabda Rasulullah SAW:
Ahli neraka akan menjerit akibat bau yang terlalu busuk dari kemaluan orang yang berzina.
Antara balasan yang akan diterima oleh para penzina di akhirat kelak ialah mereka akan dilemparkan
ke dalam neraka dan kemaluan mereka akan mengeluarkan bau yang terlalu amat busuk sehingga
menyebabkan para penghuni neraka yang lain menjerit-jerit kemarahan dan merasa tertekan dengan
bau yang kuat dan busuk itu..!

Wa na’uzu bi Allahi min zalik!

6. Rasulullah SAW bersabda :

Penzina, pada hari kiamat, akan datang dalam keadaan kemaluan mereka bernyala dengan nyalaan
api.

Semua makhluk mengenali mereka krn bau kemaluan yang terlalu busuk. Muka-muka mereka akan
ditarik ke neraka.

Apabila mereka memasuki neraka, malaikat Malik akan memakaikan mereka dengan sepasang baju
besi dari api neraka. Sekiranya baju besi tersebut diletakkan di atas sebuah gunung, nescaya ia akan
lebur menjadi abu.

Malaikat Malik berkata : “Wahai sekalian malaikat, tancapkan mata-mata mereka dengan paku-paku
besi sebagaimana mereka melihat kepada yang haram.

Ikatkan tangan-tangan mereka dengan ikatan api neraka sebagaimana mereka melakukannya
(memeluk) kepada perkara yang haram.

Ikatkan kaki-kaki mereka dari ikatan api neraka sebagaimana mereka berjalan kepada tempat yang
haram.

Malaikat Zabaniah berkata : “Ya…Ya…!

Malaikat Zabaniah mengikat tangan-tangan serta kaki-kaki mereka, dan mata-mata mereka
ditancapkan dengan paku neraka.

Mereka semua menjerit dan berkata :

“Wahai sekalian malaikat Zabaniah! Kasihanilah kami …! Ringankanlah kami dari azab siksa buat
seketika.

”Malaikat Zabaniah berkata: “Bagaimana kami hendak mengasihi kamu sedangkan Allah Yang Maha
Pengasih begitu amat memurkai kamu.”

Demikianlah nasib yang buruk bagi orang yang melakukan zina semasa didunia.
Rayuan demi rayuan tidak diindahkan.

Hukuman dan siksaan tetap diteruskan untuk menghukum mereka.
Semasa Isra’ dan Mikraj, Nabi Muhammad SAW menyaksikan balasan yang diterima oleh orang-
orang yang berzina

Semoga bermanfaat..

Thursday, March 14, 2013



Adab Pada Hari Jumat Sesuai
Sunnah Nabi"
oleh:Abu Nawas Majdub

Hari Jumat adalah hari yang mulia,
dan kaum muslimin di seluruh
penjuru dunia memuliakannya.
Keutamaan yang besar tersebut
menuntut umat Islam untuk
mempelajari petunjuk Rasulullah dan
sahabatnya, bagaimana seharusnya
msenyambut hari tersebut agar amal
kita tidak sia-sia dan mendapatkan
pahala dari Allah ta’ala. Berikut ini
beberapa adab yang harus
diperhatikan bagi setiap muslim
yang ingin menghidupkan syariat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
pada hari Jumat.

•1. Memperbanyak Sholawat Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda yang artinya,
“Sesungguhnya hari yang paling
utama bagi kalian adalah hari Jumat,
maka perbanyaklah sholawat
kepadaku di dalamnya, karena
sholawat kalian akan ditunjukkan
kepadaku, para sahabat berkata:
‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu
sedangkan engkau telah menjadi
tanah?’ Nabi bersabda:
‘Sesungguhnya Allah mengharamkan
bumi untuk memakan jasad para
Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud,
Ibnu Majah, An-Nasa’i)

•2. Mandi Jumat
Mandi pada hari Jumat wajib
hukumnya bagi setiap muslim yang
balig berdasarkan hadits Abu Sa’id Al
Khudri, di mana Rasulullah bersabda
yang artinya, “Mandi pada hari
Jumat adalah wajib bagi setiap orang
yang baligh.” (HR. Bukhori dan
Muslim). Mandi Jumat ini diwajibkan
bagi setiap muslim pria yang telah
baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-
anak, wanita, orang sakit dan
musafir. Sedangkan waktunya adalah
sebelum berangkat sholat Jumat.
Adapun tata cara mandi Jumat ini
seperti halnya mandi janabah biasa.
Rasulullah bersabda yang artinya,
“Barang siapa mandi Jumat seperti
mandi janabah.” (HR. Bukhari dan
Muslim)

•3. Menggunakan Minyak Wangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya, “Barang
siapa mandi pada hari Jumat dan
bersuci semampunya, lalu memakai
minyak rambut atau minyak wangi
kemudian berangkat ke masjid dan
tidak memisahkan antara dua orang,
lalu sholat sesuai yang ditentukan
baginya dan ketika imam memulai
khotbah, ia diam dan
mendengarkannya maka akan
diampuni dosanya mulai Jumat ini
sampai Jumat berikutnya.” (HR.
Bukhari dan Muslim)

•4. Bersegera Untuk Berangkat ke
Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami
berpagi-pagi menuju sholat Jumat
dan tidur siang setelah sholat
Jumat.” (HR. Bukhari). Al Hafidz
Ibnu Hajar berkata, “Makna hadits
ini yaitu para sahabat memulai
sholat Jumat pada awal waktu
sebelum mereka tidur siang,
berbeda dengan kebiasaan mereka
pada sholat zuhur ketika panas,
sesungguhnya para sahabat tidur
terlebih dahulu, kemudian sholat
ketika matahari telah rendah
panasnya.” (Lihat Fathul Bari II/388)

•5. Sholat Sunnah Ketika Menunggu
Imam atau Khatib
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu
menuturkan bahwa Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Barang siapa
mandi kemudian datang untuk
sholat Jumat, lalu ia sholat
semampunya dan dia diam
mendengarkan khotbah hingga
selesai, kemudian sholat bersama
imam maka akan diampuni dosanya
mulai jum’at ini sampai jum’at
berikutnya ditambah tiga hari.” (HR.
Muslim)

•6. Tidak Duduk dengan Memeluk
Lutut Ketika Khatib Berkhotbah
“Sahl bin Mu’ad bin Anas
mengatakan bahwa Rasulullah
melarang Al Habwah (duduk sambil
memegang lutut) pada saat sholat
Jumat ketika imam sedang
berkhotbah.” (Hasan. HR. Abu
Dawud, Tirmidzi)

•7. Sholat Sunnah Setelah Sholat
Jumat
Rasulullah bersabda yang artinya,
“Apabila kalian telah selesai
mengerjakan sholat Jumat, maka
sholatlah empat rakaat.” Amr
menambahkan dalam riwayatnya
dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail
berkata, “Apabila engkau tergesa-
gesa karena sesuatu, maka sholatlah
dua rakaat di masjid dan dua rakaat
apabila engkau pulang.” (HR.
Muslim, Tirmidzi)

•8. Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya, “Barang
siapa yang membaca surat Al Kahfi
pada hari Jumat maka Allah akan
meneranginya di antara dua
Jumat.” (HR. Imam Hakim dalam
Mustadrok, dan beliau
menshahihkannya)
Demikianlah sekelumit etika yang
seharusnya diperhatikan bagi setiap
muslim yang hendak menghidupkan
ajaran Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wa sallam ketika di hari
Jumat. Semoga kita menjadi hamba-
Nya yang senantiasa di atas sunnah
Nabi-Nya dan selalu istiqomah di
atas jalan-Nya.

Semoga Bermanfaat

Monday, February 18, 2013

Berikut ini 7 amalan yang bisa mendatangkan rezeki bagi yang mengamalkannya

(1). Memperbanyak Membaca "La hawla Wala Quwwata Illa billah"
Barangsiapa yang lambat datang rezekinya hendaklah banyak mengucapkan: La hawla Wala Quwwata Illa billah. (HR. At-Tabrani)

(2). Membaca "La Ilaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin"
Barangsiapa setiap hari membaca La ilaha illallahul malikul haqqul mubin, maka bacaan itu akan menjadi keamanan dari kefakiran dan menjadi penenteram dari rasa takut dalam kubur. (HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami).

(3). Melanggengkan Ber-Istighfar
Barangsiapa melanggengkan beristighfar, niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah)

(4). Membaca Surat Al-Ikhlas
Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas ketika masuk rumah, maka
berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah
dan tetangganya. (HR. At-Tabrani)

(5). Membaca Surat Al-Waqiah
Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak
akan ditimpa kesempitan hidup. (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman)

(6). Memperbanyak Shalawat Atas Nabi
“Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah SAW berdiri seraya bersabda: Wahai manusia berdzikirlah mmengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya.

(7). Membaca "Subhanallah wabihamdihi; Subhanallahil adziim"
Dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah SWT sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu. (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’awat)

Sumber: Ihya Ulumiddin - Imam AL-GHAZALI

Monday, February 11, 2013




HADITS-HADITS TENTANG KEUTAMAAN BEBERAPA SURAT DALAM AL QUR'AN

1. Surat Al Fatihah.
Dari Abi Said Rafi' bin Al Mu'alla ra berkata: Rasulullah saw berkata kepadaku, "Mahukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam Al Qur'an, sebelum kamu keluar dari masjid?" Lalu beliau memegang tanganku, dan ketika kami hendak keluar aku bertanya, "Ya Rasulullah, engkau berkata bahwa engkau akan mengajarkanku surat yang paling agung dalam Al Qur'an?" beliau menjawab, "Alhamdulillahirabbil'alamiin (Al Fatihah), ia adalah tujuh ayat yang dibaca pada setiap shalat, ia adalah Al Qur'an yang agung yang diberikan kepadaku." (HR. Bukhari)

2. Surat Al Fatihah dan beberapa ayat terakhir surat Al Baqarah.
Dari Ibnu Abbas ra berkata: Ketika Jibril as sedang duduk di sisi Nabi saw, baginda mendengar suara dari atas, lalu beliau mendongakkan kepala dan bersabda, "Ini adalah pintu langit yang dibuka pada hari ini dan yang dibuka pada hari ini dan tidak pernah dibuka kecuali hari ini." Lalu turun malaikat dari pintu tersebut, kemudian beliau bersabda, "Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan dia tidak pernah turun kecuali hari ini." Lalu dia (malaikat) memberi salam seraya berkata, "Aku membawa berita gembira dengan dua cahaya yang diturunkan kepada engkau dan tidak pernah diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu: Surat Al Fatihah dan beberapa ayat terakhir Surat Al Baqarah, tidaklah kamu membaca satu huruf daripadanya kecuali kamu mendapat karunia." (HR. Muslim)

3. Surat Al Baqarah.
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Janganlah kau jadikan rumah-rumahmu seperti kuburan, sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibaca surat Al Baqarah." (HR. Muslim)

4. Ayat Kursi.
Dari Ubai bin Ka'ab ra berkata: Rasulullah saw bersabda, "Wahai Abu Munzir, tahukah engkau ayat manakah dalam Al Qur'an yang paling agung menurutmu?" Aku menjawab, "Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum (ayat kursi)", Lalu beliau menepuk dadaku dan bersabda, "Semoga Allah memudahkan ilmu bagimu wahai Abu Munzir." (HR. Muslim)

5. Dua ayat terakhir surat Al Baqarah.
Dari Abi Mas'ud Al Badri ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda, "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah pada waktu malam niscaya ia akan mencukupinya." (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Al Baqarah dan Ali 'Imran.
Dari Abi Umamah Al Bahili berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al Qur'an karena di hari kiamat kelak ia akan memberikan syafaat bagi pembacanya, bacalah zahrawain, yaitu: surat Al Baqarah dan surat Ali 'Imran. Sesungguhnya pada hari kiamat nanti keduanya akan datang bagaikan dua awan
atau dua kawanan burung yang berbaris yang siap membantu orang-orang yang pernah membacanya. Dan bacalah surah Al Baqarah karena membacanya adalah suatu barakah dan meninggalkannya adalah suatu kerugian. Dan tukang sihir tak
akan sanggup menghasilkannya." (HR. Muslim)

7. Sepuluh ayat dari surat Al Kahfi.
Dari Abi Darda' ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al Kahfi, maka akan terjaga dari dajal." Dalam riwayat yang lain: "...sepuluh ayat terakhir..." (HR. Muslim)

8. Membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at.
Dari Abi Said Al Khudri ra berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barang siapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jum'at akan diterangi cahaya antara dua Jum'at." (HR. Hakim dan Baihaqi)

9. Surat Tabaarak (Al Mulk).
Dari Ibnu Mas'ud ra berkata: Rasulullah saw bersabda, "Surat Tabarak (Al Mulk) adalah penjaga dari azab kubur." (HR. Hakim dan Abu Na'im)

10. Surat At-Takwiir, Al Infithaar dan Al Insyiqaaq.
Dari Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang suka untuk melihat aku di hari kiamat dengan sebenar-benar penglihatan, maka bacalah surat At-Takwiir, Al Infithaar dan Al insyiqaq." (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim)

11. Surat Al Ikhlas.
Dari Abi Said Al Khudri ra bahawa Rasulullah saw bersabda tentang Qul Huwallaahu ahad; "Demi Allah --Yang diriku berada di dalam genggaman-Nya--, sesungguhnya ia (Al Ikhlas) menyamai sepertiga Al Qur'an."
Pada riwayat lain Rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya, "Adakah di antara kamu yang tidak sanggup membaca sepertiga Al Qur'an dalam satu malam?" Hal ini memang berat bagi mereka, lalu mereka bertanya, "Siapakah di antara kami yang mampu yaa Rasulullah?" Beliau bersabda, "Qul Huwallaahu ahad Allaahush-Shamad, adalah sepertiga Al Qur'an." (HR. Bukhari)

12. Membaca sepuluh kali surat Al Ikhlas.
Dari Mu'az bin Anas ra, Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa membaca Qul huwallaahu ahad sebanyak sepuluh kali niscaya Allaah akan membangun rumah baginya di surga." (HR. Ahmad)

13. Surat Al Falaq dan An-Naas.
Dari 'Uqbah bin 'Amir ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Adakah kau lihat ayat-ayat yang diturunkan pada malam ini dan selainnya tidak dapat dilihat sepertinya?, dialah: Qul a'uudzu bi-rabbil falaq' dan 'Qul a'uudzu bi-rabbin-naas." (HR. Muslim)

14. Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas.
Dari Aisyah rha bahwa Rasulullah saw apabila akan berangkat tidur tiap-tiap malam beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya kemudian meniupkannya seraya membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas. Kemudian beliau mengusapkannya ke seluruh tubuhnya (sebatas yang bisa) dimulai dari kepala lalu muka kemudian bagian depan dari badan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari dan Muslim)

15. Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas ketika sakit.
Abdullah bin Yusuf bercerita kepada kami, Malik bercerita kepada kami dari Ibnu Syihab, dari 'Urwah, dari 'Aisyah ra: Bahwa Rasulullah saw bila merasa sakit beliau membaca sendiri 'Al Mu'awwizaat'(Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas) kemudian meniupkannya. Dan apabila rasa sakitnya bertambah aku yang
membacanya kemudian aku usapkan ke tangannya mengharap keberkahan darinya. (HR. Bukhari

Wallahu a'lam bishawab